Berita

image

Bertemu dengan komunitas PasuruanDev sebagai wadah penggiat IT Pasuruan di STMIK Yadika Bangil

Selasa, 18 April 2017 Kemahasiswaan 449

Ingin melekkan IT masyarakat Pasuruan, kembangkan aplikasi berbasis lokal

Majunya teknologi informasi baik berbasis web atau aplikasi di gawai membuat anak-anak muda penggila IT membuat Komunitas PasuruanDev, harapannya selain sebagai wadah sharing ilmu. Dari komunitas ini juga ingin memelekkan IT masyarakat Pasuruan, seperti apa?

Berkembangnya teknologi saat ini memang cukup dekat dengan masyarakat kita. Namun siapa sangka, aplikasi seperti facebook atau instagram yang dipakai di gawai kita sehari-hari, adalah dibuat oleh anak-anak muda pecinta Informasi Teknologi. Di Indonesia termasuk di Pasuruan, penggiat IT ini sejatinya sudah lama ada, sayangnya memang sebelumnya mereka bergerak sendiri atau justru bekerja untuk perusahaan IT di Kota-Kota besar.

Hal itulah yang awalnya menjadi keresahan oleh Achmad Maulana Baehaqi, 24, warga Candiwates Prigen yang juga mahasiswa STMIK Yadika Bangil ini. “Sebenarnya software developer atau pembuat aplikasi di Pasuruan ini banyak, namun biasanya mereka justru bekerja di perusahaan IT di Kota Besar sedangkan di Pasuruan sendiri memang belum banyak dimanfaatkan,” terangnya.

Pertemuannya dengan developer atau pecinta IT sesama orang Pasuruan sejatinya juga tidak disengaja. Pada Februari 2017 lalu, Baehaqi ini mengikuti acara Surabaya Development Day di Surabaya. Waktu itu dirinya bertemu dengan 5 orang yang asal Pasuruan yang juga pecinta IT.

“Akhirnya ngobrol-ngobrol tercetusnya ingin membuat Pasuruandev ini,” terangnya. Sebagai pecinta IT, Baehaqi akhirnya menshare komunitas barunya ini ke berbagai komunitas serupa mulai dari SurabayaDev, MojokertoDev, SidoarjoDev dan sebagainya. Tak lama, anggotanya pun membengkak dan tercatat saat ini sudah ada kurang lebih 72 anggota. Komunitas ini cukup aktif di aplikasi telegram dan juga grup facebook dengan nama PasuruanDev.

Anggotanya pun beragam profesi mulai dari dosen, mahasiswa, pecinta IT, penggiat IT, baik pekerja IT di Pemerintahan sampai Perusahaan nasional dan Internasional. Beberapa kali kopdar terlaksana, dan salah satu kegiatan yang tercipta adalah launching komunitas acara tersebut semakin lengkap dengan #1stMeetup dengan materi “How Data Can Create Values for Organizations” dengan menghadirkan M. Amil Busthon, yang merupakan seorang Business Development Analyst SCD asal Pandaan di STIMIK Yadika pada Minggu (16/04) lalu.

Selain itu juga ada Imam Sutono, yang membahas tentang How Become an Android Developer. Imam Sutono menjelaskan panjang lebar tentang proses dari sisi teknis membuat suatu aplikasi sederhana dengan Sistem Operasi Android yang sudah dikenali oleh semua masyarakat.

Muhammad Noval Riswandha, selaku Pembantu Ketua Bidang Kemahasiswaan STMIK Yadika Bangil mengatakan saat ini untuk basecamp komunitas PasuruanDev akan difasilitasi di Kampus STMIK Yadika Bangil. “Selain karena memang ada tempat dan bisa menjadi pusat ngumpul teman-teman PasuruanDev, kedepan juga bisa sebagai sharing dunia IT mulai seperti wadah konsultasi untuk mahasiswa dan peluang yang lebih besar seperti membuat aplikasi bareng,” ungkapnya.

Ingin melekkan IT masyarakat Pasuruan, kembangkan aplikasi berbasis lokal

Majunya teknologi informasi baik berbasis web atau aplikasi di gawai membuat anak-anak muda penggila IT membuat Komunitas PasuruanDev, harapannya selain sebagai wadah sharing ilmu. Dari komunitas ini juga ingin memelekkan IT masyarakat Pasuruan, seperti apa?

Berkembangnya teknologi saat ini memang cukup dekat dengan masyarakat kita. Namun siapa sangka, aplikasi seperti facebook atau instagram yang dipakai di gawai kita sehari-hari, adalah dibuat oleh anak-anak muda pecinta Informasi Teknologi. Di Indonesia termasuk di Pasuruan, penggiat IT ini sejatinya sudah lama ada, sayangnya memang sebelumnya mereka bergerak sendiri atau justru bekerja untuk perusahaan IT di Kota-Kota besar.

Hal itulah yang awalnya menjadi keresahan oleh Achmad Maulana Baehaqi, 24, warga Candiwates Prigen yang juga mahasiswa STMIK Yadika Bangil ini. “Sebenarnya software developer atau pembuat aplikasi di Pasuruan ini banyak, namun biasanya mereka justru bekerja di perusahaan IT di Kota Besar sedangkan di Pasuruan sendiri memang belum banyak dimanfaatkan,” terangnya.

Pertemuannya dengan developer atau pecinta IT sesama orang Pasuruan sejatinya juga tidak disengaja. Pada Februari 2017 lalu, Baehaqi ini mengikuti acara Surabaya Development Day di Surabaya. Waktu itu dirinya bertemu dengan 5 orang yang asal Pasuruan yang juga pecinta IT.

“Akhirnya ngobrol-ngobrol tercetusnya ingin membuat Pasuruandev ini,” terangnya. Sebagai pecinta IT, Baehaqi akhirnya menshare komunitas barunya ini ke berbagai komunitas serupa mulai dari SurabayaDev, MojokertoDev, SidoarjoDev dan sebagainya. Tak lama, anggotanya pun membengkak dan tercatat saat ini sudah ada kurang lebih 72 anggota. Komunitas ini cukup aktif di aplikasi telegram dan juga grup facebook dengan nama PasuruanDev.

Anggotanya pun beragam profesi mulai dari dosen, mahasiswa, pecinta IT, penggiat IT, baik pekerja IT di Pemerintahan sampai Perusahaan nasional dan Internasional. Beberapa kali kopdar terlaksana, dan salah satu kegiatan yang tercipta adalah launching komunitas acara tersebut semakin lengkap dengan #1stMeetup dengan materi “How Data Can Create Values for Organizations” dengan menghadirkan M. Amil Busthon, yang merupakan seorang Business Development Analyst SCD asal Pandaan di STIMIK Yadika pada Minggu (16/04) lalu.

Selain itu juga ada Imam Sutono, yang membahas tentang How Become an Android Developer. Imam Sutono menjelaskan panjang lebar tentang proses dari sisi teknis membuat suatu aplikasi sederhana dengan Sistem Operasi Android yang sudah dikenali oleh semua masyarakat.

Muhammad Noval Riswandha, selaku Pembantu Ketua Bidang Kemahasiswaan STMIK Yadika Bangil mengatakan saat ini untuk basecamp komunitas PasuruanDev akan difasilitasi di Kampus STMIK Yadika Bangil. “Selain karena memang ada tempat dan bisa menjadi pusat ngumpul teman-teman PasuruanDev, kedepan juga bisa sebagai sharing dunia IT mulai seperti wadah konsultasi untuk mahasiswa dan peluang yang lebih besar seperti membuat aplikasi bareng,” ungkapnya.

Ingin melekkan IT masyarakat Pasuruan, kembangkan aplikasi berbasis lokal

Majunya teknologi informasi baik berbasis web atau aplikasi di gawai membuat anak-anak muda penggila IT membuat Komunitas PasuruanDev, harapannya selain sebagai wadah sharing ilmu. Dari komunitas ini juga ingin memelekkan IT masyarakat Pasuruan, seperti apa?

Berkembangnya teknologi saat ini memang cukup dekat dengan masyarakat kita. Namun siapa sangka, aplikasi seperti facebook atau instagram yang dipakai di gawai kita sehari-hari, adalah dibuat oleh anak-anak muda pecinta Informasi Teknologi. Di Indonesia termasuk di Pasuruan, penggiat IT ini sejatinya sudah lama ada, sayangnya memang sebelumnya mereka bergerak sendiri atau justru bekerja untuk perusahaan IT di Kota-Kota besar.

Hal itulah yang awalnya menjadi keresahan oleh Achmad Maulana Baehaqi, 24, warga Candiwates Prigen yang juga mahasiswa STMIK Yadika Bangil ini. “Sebenarnya software developer atau pembuat aplikasi di Pasuruan ini banyak, namun biasanya mereka justru bekerja di perusahaan IT di Kota Besar sedangkan di Pasuruan sendiri memang belum banyak dimanfaatkan,” terangnya.

Pertemuannya dengan developer atau pecinta IT sesama orang Pasuruan sejatinya juga tidak disengaja. Pada Februari 2017 lalu, Baehaqi ini mengikuti acara Surabaya Development Day di Surabaya. Waktu itu dirinya bertemu dengan 5 orang yang asal Pasuruan yang juga pecinta IT.

“Akhirnya ngobrol-ngobrol tercetusnya ingin membuat Pasuruandev ini,” terangnya. Sebagai pecinta IT, Baehaqi akhirnya menshare komunitas barunya ini ke berbagai komunitas serupa mulai dari SurabayaDev, MojokertoDev, SidoarjoDev dan sebagainya. Tak lama, anggotanya pun membengkak dan tercatat saat ini sudah ada kurang lebih 72 anggota. Komunitas ini cukup aktif di aplikasi telegram dan juga grup facebook dengan nama PasuruanDev.

Anggotanya pun beragam profesi mulai dari dosen, mahasiswa, pecinta IT, penggiat IT, baik pekerja IT di Pemerintahan sampai Perusahaan nasional dan Internasional. Beberapa kali kopdar terlaksana, dan salah satu kegiatan yang tercipta adalah launching komunitas acara tersebut semakin lengkap dengan #1stMeetup dengan materi “How Data Can Create Values for Organizations” dengan menghadirkan M. Amil Busthon, yang merupakan seorang Business Development Analyst SCD asal Pandaan di STIMIK Yadika pada Minggu (16/04) lalu.

Selain itu juga ada Imam Sutono, yang membahas tentang How Become an Android Developer. Imam Sutono menjelaskan panjang lebar tentang proses dari sisi teknis membuat suatu aplikasi sederhana dengan Sistem Operasi Android yang sudah dikenali oleh semua masyarakat.

Muhammad Noval Riswandha, selaku Pembantu Ketua Bidang Kemahasiswaan STMIK Yadika Bangil mengatakan saat ini untuk basecamp komunitas PasuruanDev akan difasilitasi di Kampus STMIK Yadika Bangil. “Selain karena memang ada tempat dan bisa menjadi pusat ngumpul teman-teman PasuruanDev, kedepan juga bisa sebagai sharing dunia IT mulai seperti wadah konsultasi untuk mahasiswa dan peluang yang lebih besar seperti membuat aplikasi bareng,” ungkapnya.

Ini lantaran Developer Pasuruan memang masih kurang dimanfaatkan oleh warga Pasuruan sendiri. Padahal potensi yang ada cukup besar.

Salah satu lulusan STMIK Yadika Bangil yang sudah sukses banyak mengembangkan aplikasi adalah Alvin Andrean, 25, warga Gunung Gangsir, Beji, Pasuruan. Alvin mengatakan Pasuruan punya potensi yang besar untuk mengembangkan aplikasi yang dibutuhkan lokal sendiri.

“Malah yang saya lihat, warga Pasuruan kalau butuh IT seperti membuat web atau apliasi larinya ke Kota Besar, padahal developer di Pasuruan banyak yang potensi dan kurang dimanfaatkan oleh orang lokal sendiri,” ungkapnya.

Salah satu web dan aplikasi yang saat ini sedang dikembangkan adalah hellowork_kabpas.com yang nantinya akan menjadi aplikasi di android. Dikatakan aplikasi ini bisa memberikan data detail lowongan pekerjaan di Kabupaten Pasuruan yang justru tidak ada di web lowongan kerja nasional.

“Karena sifatnya lokal, justru lowongan yang ada di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pasuruan kita rangkum disitu, nanti tak hanya memberikan detail soal lowongan kerja tapi juga bisa langsung melamar secara online,” terangnya.

Dikatakan aplikasi-aplikasi seperti ini, yang sifatnya lokal justru bisa sangat berkembang dan dimanfaatkan oleh warga Pasuruan sendiri. Dan bahkan banyak potensi yang belum tergarap. Alvin mencontohkan ojek Pasuruan, wisata kuliner, info Hotel dan wisata, dan sebagainya bisa potensi dikembangnya menjadi aplikasi yang belum tergarap oleh Developer Nasional.

Kedepan, dengan PasuruanDev ini harapannya sebagai tempat untuk sharing ilmu. PasuruanDev juga ingin ikut memajukan dunia IT Pasuruan termasuk memberikan informasi pentingnya masyarakat untuk memanfaatkan teknologi dalam mempermudah pekerjaan atau mendapatkan informasi. (eka-Radar Bromo)

Leave a Comment

Your email address will not be published.