Berita

image

Memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2017 Di STMIK YADIKA BANGIL

Selasa, 02 Mei 2017 Nasional 305

Badan Penanggulangan  Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan  melaksanakan peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) 2017 di STMIK YADIKA BANGIL pada Rabu (26/4). Peringatan ini sekaligus simulasi tanggap bencana yang dilaksanakan secara serentak pada waktu yang sama disemua daerah sesuai instruksi Badan Penanggulangan  Bencana Nasional (BPBN). Untuk peringatan tahun 2017 ini mengambil tema “siap untuk selamat”.

Dipilihnya tanggal 26 April oleh Presiden  RI sebagai hari peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional disesuaikan dengan tanggal disyahkannya UU Penanggulangan Bencana. Sedangkan dipilihnya lokasi yang representatif di STMIK YADIKA BANGIL untuk peringatan di Kabupaten Pasuruan karena kampus ini telah lama menjalin kerjasama dengan BPBD Kabupaten Pasuruan dalam hal penanggulangan bencana di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Peringatan HKBN 2017 ini dibuka oleh Wakil Bupati Pasuruan, Riang Kulup Prayudha dan dihadiri oleh sejumlah instansi dan perusahaan. Dalam sambutannya, wakil bupati menyampaikan terima kasih kepada civitas akademika STMIK YADIKA BANGIL dan keluarga besar Yayasan Pendidikan Swakarya (YADIKA) yang telah menyediakan tempat yang luar biasa representatif.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Bakti Jati Permana mengungkapkan “awal tahun 2017 ini di Kabupaten Pasuruan sering terjadi bencana banjir karena curah hujan yang tinggi, diatas ambang batas normal sehingga menyebabkan banjir di sejumlah tempat”. Dari pihak tuan rumah YADIKA diwakili oleh H. Elis Junaidi, beliau mengatakan “merupakan suatu kehormatan bagi kami keluarga besar YADIKA telah ditunjuk oleh Pemerintah Daerah menjadi tempat kegiatan ditingkat Kabupaten Pasuruan yang sekaligus juga memperkenalkan bahwa di YADIKA terdapat 5 lembaga pendidikan, yakni : SMP, SMA, SMK, STMIK dan STIE”.

Diakhir acara, dilakukan simulasi dan edukasi Kesiapsiagaan Bencana gempa yang dilakukan oleh sejumlah relawan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Tanggap Bencana (MAHAGANA) STMIK YADIKA BANGIL, UKM Mahasiswa Peduli Sosial (MAPEDAL) STIE YADIKA BANGIL, Palang Merah Indonesia (PMI) maupun relawan dari unsur lainnya. Dikisahkan telah terjadi bencana gempa kemudian sejumlah penduduk lari berhamburan untuk menyelamatkan diri, agar terhindar menjadi korban bencana gempa bagi yang diluar ruangan diarahkan berlarinya ke tempat lapang, sedangkan bagi yang didalam ruangan segera bersembunyi dikolong meja sehingga tidak tertimpa benda-benda yang berjatuhan. Tidak lama setelah itu ambulance datang memberi bantuan disertai suara sirine yang meraung-raung sebagai tanda bahaya. (#HM)

Leave a Comment

Your email address will not be published.