Berita

image

KKN Internasional 2018 (LIBATSAMA KOMUNITI) STMIK-STIE Yadika Bangil

Jumat, 04 Mei 2018 Akademik 100

Pada tanggal 24-30 April 2018 mahasiswa STMIK-STIE Yadika Bangil mengikuti kegiatan KKN Internasional 2018 (Libatsama Komuniti) di desa Gendro, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Universiti Pertahanan Nasional Malaysia (UPNM), Pemerintah Daerah Kabupaten Pasuruan, STMIK-STIE Yadika Bangil, dan IAI Dalwa Bangil dengan Ketua Pelaksana Program Hasarudeen bin Ahamad Thaha. Program ini diterima dan diresmikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan Drs. Agus Sutiadji, M.Si.

 

Kegiatan yang berlangsung selama 7 hari tersebut diikuti 54 mahasiswa yang berasal dari Malaysia, Tionghoa, India, Yaman, Melayu, Arab Saudi, Syria dan Indonesia dengan dosen pendamping Hari Moerti dari STMIK Yadika Bangil dan Lutfi Habsi dari IAI Dalwa. Selama di desa Gendro, mereka tinggal di rumah orang tua angkat masyarakat Gendro dengan koordinator orang tua angkat H. Hariyanto (penerima Kalpataru 2012). Sambutan hangat diberikan oleh masyarakat Gendro dengan Kepala Desa M. Sultoni. Bahkan ibu Wariyati selaku ibu sanggar di desa Gendro membantu mengajari mahasiswa dari Malaysia tersebut untuk bermain karawitan dan mereka sangat antusias serta senang sekali untuk belajar alat musik tradisional dari Indonesia. Mereka juga menikmati minum susu segar asli dari desa Gendro setiap hari. Menurut Ketua STMIK Yadika Bangil Bapak Dr. Moh. Aries Syufagi, MT bahwa kegiatan ini merupakan wadah untuk mengembangkan wawasan mahasiswa khususnya memperkaya jejaring di level Internasional. Harapan beliau semoga kegiatan ini bisa menunjukkan kualitas STMIK-STIE Yadika, tidak lagi di level lokal melainkan di level Internasional.

 

Selama berada di Gendro, kegiatan yang mereka lakukan antara lain : Gotong Royong membersihkan desa, bedah (memperbaiki) madrasah Miftahul Ulum, pembangunan 4 unit jamban sehat, fun science di SD Gendro II, ceramah agama di masjid Desa Gendro, Senam bersama masyarakat Gendro dan malam kebudayaan 2 negara. Beberapa kunjungan ke perguruan tinggi juga dilakukan antara lain ke Universitas Brawijaya dan ke kampus STMIK-STIE Yadika Bangil. Saat berkunjung ke STMIK-STIE Yadika mereka dihibur oleh sajian kolaborasi dari tim paduan suara dan angklung serta UKM Musik STMIK Yadika Bangil. Bahkan mahasiswa dari Malaysia unjuk gigi dengan mendendangkan salah satu lagu dangdut andalan Indonesia. Prof. Madya Ahmad Bin Khalid selaku Penasehat Program dari UTM Malaysia berharap mahasiswanya mampu untuk saling bertukar pengalaman dan berkolaborasi dengan mahasiswa dari Pasuruan, Indonesia. Dan beliau berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai sini saja. Beliau mempersilahkan mahasiswa maupun dosen dari Pasuruan bisa berkunjung ke negeri Jiran. (ERW/#HM)

Leave a Comment

Your email address will not be published.