Berita

image

MENCEGAH BENCANA PEMILU DENGAN MAHASISWA AKTIFIS KEBENCANAAN

Selasa, 08 Januari 2019 Kemahasiswaan 255

Potensi terjadinya bencana alam yang biasanya terjadi pada saat musim hujan, menjadi perhatian serius Mahasiswa Sekolah Tinggi Management Informatika dan Komputer (STMIK) YADIKA Bangil Kabupaten Pasuruan. UKM MAHAGANA (Mahasiswa Tanggap Bencana) menggelar Pelatihan kebencanaan bagi mahasiswa aktivis tanggap bencana.  Bawaslu Kabupaten Pasuruan yang didulat menjadi salah satu Narasumber dalam kegiatan ini menjelaskan bahwa, potensi terjadinya bencana alam bisa juga terjadi pada Pemilu 2019, yakni bencana demokrasi jika para generasi muda, para mahasiswa acuh dan cuek terhadap proses Pemilu yang saat ini sudah masuk dalam tahapan kampanye.

“Peran mahasiswa dan generasi milenial menjadi salah satu poin penting dalam rangka melakukan pengawasan terhadap jalannya proses demokrasi. Bentuk pengawasan partisipatif dari kalangan mahasiswa menjadi salah satu upaya pendidikan politik dan upaya pencegahan agar tidak terjadi kecurangan yang berimbas pada bencana demokrasi”, ucap Misbachul Munir salah satu Komisioner Bawaslu Kabupaten Pasuruan yang diminta menjadi salah satu narasumber dengan materi mencegah bencana demokrasi dengan partispasi mahasiswa tanggap bencana, yang di laksanakan pada Sabtu-Minggu (5-6/1/2018). di salah satu lokasi lereng gunung arjuna.

Menurut Misbach, mitigasi terjadinya bencana alam hampir sama dengan strategi pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu. Dalam mitigasi bencana alam, para aktifis biasanya melakukan upaya pencegahan dengan reboisasi, membersihkan kawasan kumuh, sosialisasi dan lainnya. Ini juga sama seperti halnya yang dilakukan oleh Bawaslu, untuk mencegah terjadinya pelanggaran selalu dilakukan pengawasan secara intensif yang melibatkan seluruh masyarakat sehingga pelanggaran bisa di cegah seminim mungkin. “Jika kita lalai dan acuh dalam mengawasi kondisi alam, maka bencana alam akan kerap melanda kawasan kita. Begitu juga dengan demokrasi, kalau kita semua tidak ikut serta mengawasi proses demokrasi, maka kemungkinan bencana demokrasi akan melanda negeri kita. Untuk itu tugas kita bersama, yaitu mengawasi jalannya Pemilu tahun 2019.” Kata Misbach ditengah-tengah mahasiswa aktivis tanggap bencana.

Di akhir acara ini, para mahasiswa pegiat lingkungan yang tergabung dalam mahasiswa tanggap bencana, berkomitmen akan ikut mengawasi proses Pemilu 2019 seperti halnya komitmen mereka dalam mengawasi lingkungan sekitar agar tidak terjadi bencana di kemudian hari. (misbach/#HM)

 

Sumber disini

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.