Berita

image

Freelancer in Life

Selasa, 03 Desember 2019 Kemahasiswaan 122

stmik-yadika.ac.id – Pasuruan. Kerja dibidang Teknologi Informasi, tidak selalu harus rapi dan datang ke kantor pada hari kerja dan jam kerja, tapi bisa dilakukan dimana saja, kapan saja dan dalam keadaan apa saja, termasuk memakai sarung saat dirumah. Pandangan itulah yang disampaikan kepada segenap mahasiswa STMIK YADIKA Bangil dan peserta “Workshop Freelancer : Kerja Sarungan, Gaji Dolaran” yang diselenggarakan pada, Minggu (24/11/2019) di Hall STMIK YADIKA Bangil.

 

Acara ini diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Cyber STMIK YADIKA Bangil dan menghadirkan 4 narasumber kompeten dibidang masing-masing yang berasal dari mahasiswa dan alumni STMIK YADIKA Bangil sendiri, diantaranya: M. Nosa Shandy, mahasiswa semester 5 sekaligus ketua UKM Cyber, M. Zakaria, mahasiswa semester 5, M. Wahyudi, alumni lulus tahun 2016, dan Hendrik Istiawan, alumni lulus tahun 2015.

 

Acara ini juga diselingi santunan kepada sejumlah anak yatim yang rumahnya sekitar kampus STMIK YADIKA Bangil, dana santunan bersumber dari Harga Tiket Masuk (HTM) peserta. Workshop ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua 3 bidang Kemahasiswaan STMIK YADIKA Bangil, Hari Moerti.

 

Paparan narasumber

Dalam paparan Bug Bounty, Nosa mengatakan, “Bug Bounty merupakan sebuah program dimana setiap orang bisa melakukan riset mengenai celah keamanan lalu melaporkan kerentanan tersebut pada perusahaan, ini tak terikat kontrak, dan dilakukan dengan cara yang beretika”, ujar Nosa, yang tahun 2018 lalu menemukan bug di google dan mendapat hadiah dari google senilai 112 juta rupiah.

 

Metodeloginya, lanjut Nosa, “dengan cara mengetes sebuah aplikasi secara urut dan rinci dengan beberapa teknik secara runtut dan terorganisir”. Sementara itu, untuk alur portofolionya ada 3 tahap, pertama, melakukan riset pada platform; kedua, melaporkan kerentanan yang ditemukan; dan ketiga, melakukan publikasi terkait kerentanan.

 

Zakaria, memaparkan tentang Hobby to Money, menurutnya “Hobi merupakan sesuatu yang disenangi dan hampir selalu ingin dilakukan. Semua orang pasti mempunyai hobi, namun jutaan mahasiswa bahkan tidak menyadari bahwa mereka bisa menghasilkan 1000 USD per bulan dengan hobi mereka” kata Zakaria yang menekuni hobi blogging sejak kelas 2 SMP.

 

“Penghasilan pertama saya 1,4 juta rupiah waktu kelas 2 SMK, modal saya hanya laptop dan koneksi internet, itupun tidak mengganggu waktu sekolah dan kuliah”, kata Zakaria yang semua kebutuhan dan biaya sekolah sampai kuliah, uangnya dari hasil blogging. Dalam memilih hobi yang menghasilkan uang, menurut Zakaria tidak harus dari blogging, masih banyak potensi lain sesuai hobi masing-masing, misal logo designer, Mobile Apps Developer, Web Developer, You Tube atau bahkan penulis lepas.

 

Selanjutnya Wahyudi, “saya alumni kampus ini dan sekarang seorang full time remote worker, saya bekerja ditempat yang saya inginkan dan dapat melakukan pekerjaan secara jarak jauh”, terangnya. Dalam remote worker, bisa freelance atau permanent, jika freelance maka suatu pekerjaan dilakukan oleh seseorang secara mandiri, tidak terikat kontrak atau perjanjian jangka panjang dengan sebuah perusahaan atau orang yang mempekerjakannya.

 

“Ketrampilan dalam melakukan remote jobs, diantaranya : content writer, designer, programmer, Pentest, ataupun yang lainnya, sedangkan alat yang disiapkan berupa: internet, media sosial, issue tracker dan time tracker”, kata Wahyudi. Berikutnya, lelaki yang suka pakai topi ini juga menjelaskan tentang apa saja yang dilakukan saat remote working.

 

Alumni berikutnya, Hendrik, yang sekarang bekerja di Dinas Kominfo Kota Pasuruan sebagai tenaga teknis network engineer. Hendrik memaparkan tentang peran Teknologi Informasi di pemerintahan, menurutnya “pemanfaatan SDM bidang Teknologi Informasi, baik programmer, network engineer, multimedia, selain bisa dilakukan secara freelance seperti yang dilakukan tiga narasumber lainnya, juga bisa di Pemerintahan terutama dinas Kominfo”, jelas Hendrik, yang memakai jas hitam saat pemaparan.

 

“Kemampuan SDM bidang Teknologi Informasi ini sangat berguna untuk membangun smart city,  pembuatan aplikasi dan pengembangan sistem informasi”, kata Hendrik yang saat mahasiswa pernah menjadi finalis dan meraih juara 3 dalam lomba cyber jawara tingkat nasional tahun 2015.

 

“Sebagai alumni STMIK YADIKA Bangil, saya mengajak para mahasiswa saat ini agar turut berkontribusi dalam pembangunan smart city di Kabupaten dan Kota Pasuruan, nantinya didampingi oleh para senior dan dosen STMIK YADIKA Bangil”, pungkasnya. [#HM]

Leave a Comment

Your email address will not be published.