Berita

image

Belajar ke Smart City Jakarta

Selasa, 11 Februari 2020 Kemahasiswaan 83

stmik-yadika.ac.id – Jakarta.  Belajar, tidak hanya dibatasi oleh ruang kelas kuliah di kampus, tapi perlu ditunjang dengan belajar diluar kampus, belajar secara langsung dilokasi dimana keilmuan itu akan diterapkan nanti, terutama penerapan bidang Teknologi. Hal itulah yang menjadi pijakan STMIK YADIKA Bangil dengan melakukan Studi Ekskursi ke Smart City Jakarta, Kamis pagi (23/01/2020).

Rombongan STMIK YADIKA Bangil untuk Studi ke Smart City Jakarta ini diikuti oleh 86 mahasiswa semester 5, 5 dosen pendamping dan Ketua Yayasan, Ahmad Tabroni. Menurut Erri Wahyu Puspitarini, Ketua STMIK YADIKA Bangil yang turut serta dalam rombongan ini mengutarakan, “Studi Ekskursi merupakan agenda tahunan STMIK YADIKA Bangil, ini untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa akan pengetahuan dunia luar, juga disertai jalan-jalan untuk refreshing di tengah aktivitas kuliah yang padat’. Erri pun melanjutkan, ”Studi Ekskursi dilakukan pada 22-26 Januari 2020 ke Jakarta dan Bandung, dengan tujuan Jakarta Smart City dan Top Karir Indonesia”, terangnya.

Sementara itu, Wakil Ketua III STMIK YADIKA Bangil selaku Ketua Panitia, menuturkan ”Tahun ini kami memilih Smart City Jakarta, karena tahun sebelumnya kami sudah belajar Smart City Denpasar, jadi ada sustainable program”, jelasnya.

Selain itu menurut laman resminya, konsep smart city di Jakarta dibuat berdasarkan 6 pilar: Smart Governance, Smart People, Smart Living, Smart Mobility, Smart Economy, dan Smart Environment. Kantor Smart City Jakarta ini berada di lingkungan Balaikota Jakarta, sekitar Monumen Nasional (Monas).

Dalam penjelasan lansungnya yang disampaikan oleh humas Smart City Jakarta, bahwa keberadaan Smart City Jakarta ini telah memberikan kontribusi secara nyata untuk masalah-masalah Jakarta sebagai Ibukota, mulai dari sampah, banjir, sampai pada perbaikan fasilitas umum yang fast responce.

Pengaduan masyarakat melalui aplikasi ini terhubung langsung dengan kelurahan sebagai kepanjangan tangan pemerintah terdekat dengan lokasi. Saat itu dicontohkan ada warga mengadukan ada tumpukan sampah ban bekas di pinggir jalan sekaligus titik lokasinya, maka dalam hitungan jam, itu sudah dapat dibersihkan. Bagi kelurahan yang berprestasi, yang cepat mengatasi pengaduan warga, mendapatkan penghargaan dari Gubernur DKI.

Untuk lalu lintas misalnya, Jakarta telah memasang ribuan cctv diberbagai sudut ibukota, sehingga dapat memantau secara real time tentang arus lalu lintas. Diakhir kunjungan, para mahasiswa bertanya, diantaranya tentang security aplikasi, kerahasiaan identitas pelapor, sosialisasi penggunaan aplikasi kepada warga. [#HM]

Leave a Comment

Your email address will not be published.